Pemkab Muba Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, 192 Lokasi Kebakaran Ditangani Terpadu

BEKISARMEDIA.ID — Ancaman kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunla) masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba pun terus memperkuat kesiapsiagaan, mulai dari Posko Induk Siaga Karhutla hingga pembentukan pos komando di kecamatan-kecamatan rawan.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) yang digelar di Griya Agung, Palembang, pada hari Senin, tanggal 31 Agustus 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muba, Drs. Syafaruddin, M.Si. didampingi Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, S.STP., M.Si. hadir langsung mewakili Pemkab Muba.

Rapat koordinasi strategis ini turut dihadiri Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, Kepala BNPB RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, serta Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Sekda Muba, Syafaruddin mengatakan, Pemkab Muba terus berkomitmen mendukung langkah penanggulangan Karhutla secara terpadu. Menurutnya, persoalan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan respons cepat di lapangan.

“Penanggulangan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus bergerak dalam satu komando, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan di lapangan, hingga mitigasi agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemkab Muba terus memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya menjaga wilayah Musi Banyuasin dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

BACA JUGA:  HUT Ke-75 IBI Muba, Bidan Fokus Tekan Angka Stunting

Data Sebaran Karhutla di Musi Banyuasin

Sementara itu, Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, memaparkan kondisi terkini Karhutla di Kabupaten Muba. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat tersebut, tercatat sebanyak 192 lokasi kejadian Karhutla di Kabupaten Muba dengan luas lahan terbakar mencapai 228 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 lokasi telah berhasil ditanggulangi dan dipadamkan.

Kejadian Karhutla tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan dengan rincian sebagai berikut:

  • Kecamatan Lais: 43 lokasi

  • Kecamatan Bayung Lencir: 41 lokasi

  • Kecamatan Sekayu: 41 lokasi

  • Kecamatan Sungai Keruh: 30 lokasi

  • Kecamatan Batang Hari Leko: 11 lokasi

  • Kecamatan Sanga Desa: 6 lokasi

  • Kecamatan Lalan: 6 lokasi

  • Kecamatan Lawang Wetan: 6 lokasi

  • Kecamatan Sungai Lilin: 4 lokasi

  • Kecamatan Plakat Tinggi: 3 lokasi

  • Kecamatan Keluang: 3 lokasi

  • Kecamatan Tungkal Jaya: 2 lokasi

  • Kecamatan Babat Supat: 2 lokasi

“Data ini menunjukkan bahwa kewaspadaan harus terus ditingkatkan. BPBD bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan dan memperkuat kesiapsiagaan agar setiap kejadian dapat segera direspons,” kata Marko Susanto.

BACA JUGA:  Kolaborasi Pemkab Muba dan Forum HRD Lahirkan Gerakan Pelopor Jaminan Sosial Pekerja

Penguatan Posko dan Mitigasi Lapangan

Tidak hanya menangani titik kebakaran yang telah terjadi, Pemkab Muba juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat respons di lapangan melalui operasional Posko Induk Siaga Karhutla di Sekayu, yang didukung empat regu piket siaga selama 24 jam. Setiap laporan kejadian yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim, peralatan, serta armada ke lokasi.

Selain Posko Induk di Sekayu, Pemkab Muba memperkuat kesiapsiagaan melalui pembentukan Pos Komando Penanggulangan Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan di 15 kecamatan rawan. BPBD Muba turut menempatkan dua hingga lima personel siaga untuk menjangkau titik terdekat.

Dalam operasional lapangannya, penanganan di masing-masing kecamatan melibatkan unsur kolaboratif yang terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan. (ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *