BEKISARMEDIA.ID — Kembalinya PSS Sleman ke kompetisi kasta tertinggi Super League 2026/27 menjadi daya tarik tersendiri di bursa transfer pramusim. Sejumlah nama pemain santer dikaitkan dengan klub berjuluk Super Elang Jawa tersebut, salah satunya adalah bek tengah asal Burundi, Christophe Nduwarugira.
Kondisi tersebut sempat memunculkan beragam spekulasi mengenai kepastian pelabuhan baru sang pemain. Namun, teka-teki itu akhirnya terjawab setelah Nduwarugira dipastikan resmi mengenakan seragam PSS Sleman musim ini.
Proses Adaptasi dan Alasan Bergabung
Sebelum bergabung penuh dengan skuad, Christophe Nduwarugira sempat harus absen selama 10 hari untuk merampungkan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), yang mengharuskannya terbang ke Singapura. Kini, setelah urusan administrasi tersebut rampung, ia langsung mengikuti sesi latihan bersama tim.
“Untuk saat ini saya merasa baik. Saya merasakan suasana yang sangat positif bersama tim. Kami memiliki tim yang bagus. Setelah sempat absen selama 10 hari, kini saya kembali berlatih bersama tim. Saya merasa baik dan senang bisa berada di sini,” ujar Christophe Nduwarugira.
Sebagai salah satu bek yang tampil menonjol di Super League musim 2025/26, keputusannya merapat ke PSS Sleman didasari keyakinan terhadap kualitas klub. Selain itu, kedekatannya dengan jajaran staf pelatih yang pernah bekerja bersamanya di klub sebelumnya, turut memperkuat pilihan tersebut.
“Menurut saya, PSS Sleman merupakan salah satu tim terbaik di Indonesia. Itu yang membuat saya memilih datang ke sini. Saya juga memiliki hubungan baik dengan beberapa staf yang pernah bekerja bersama saya. Karena itu, saya merasa keputusan bergabung dengan Sleman merupakan pilihan yang tepat,” tuturnya.
Faktor Pelatih dan Komitmen Bersama Tim
Hubungan baik dengan pelatih kepala, Pieter Huistra, diakui menjadi salah satu pertimbangan kuat dalam proses kepindahannya. Faktor tersebut dinilai membuat proses transisi dan pengambilan keputusannya menjadi jauh lebih mudah.
“Kini saya sudah berada di sini dan memiliki hubungan yang baik dengannya. Mungkin hal itu menjadi salah satu pertimbangan saya memilih Sleman. Apalagi, Sleman merupakan salah satu tim terbaik di Indonesia. Dengan hubungan baik bersama pelatih, bagi saya keputusan ini menjadi lebih mudah,” terangnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa faktor kedekatan personal tersebut bukan satu-satunya alasan utama di balik kepindahannya. Keputusan ini diambil secara profesional demi memberikan kontribusi maksimal bagi lini pertahanan Super Elang Jawa dalam mengarungi ketatnya persaingan kompetisi musim ini. (tri)












