BEKISARMEDIA.ID — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan tentang pentingnya peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Langkah tersebut dinilai menjadi kunci utama untuk memperkuat kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kualitas pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan Aprizal Hasyim saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) BUMD Kota Palembang Tahun 2026 di Aula Perumda Tirta Musi Palembang, Senin, 26 Oktober 2026.
Rakor bertema “Peran BUMD dalam Meningkatkan Perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG)” ini, digelar sebagai langkah konkrit Pemkot Palembang dalam memperkuat pembinaan, pengawasan, serta mendorong optimalisasi kinerja seluruh perusahaan daerah.
Aprizal Hasyim menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, keberadaan badan usaha milik daerah memiliki tiga tujuan utama: memberikan manfaat bagi perkembangan ekonomi daerah, menyediakan barang dan jasa berkualitas bagi masyarakat, serta memperoleh laba.
Saat ini, Pemkot Palembang menaungi sejumlah badan usaha di sektor pelayanan publik, perdagangan, jasa, dan keuangan. Di antaranya Perumda Tirta Musi Palembang, Perumda Pasar Palembang Jaya, PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (Perseroda), PT Patralog, serta PT BPR Palembang yang tengah berproses menuju perseroda.
Kontribusi BUMD terhadap keuangan daerah terlihat dari perolehan dividen tahun buku 2025. Perumda Tirta Musi Palembang mencatat dividen sebesar Rp53.428.213.881, disusul PT BPR Palembang sebesar Rp2.966.830.296, dan Perumda Pasar Palembang Jaya sebesar Rp530.204.598.
Aprizal Hasyim menekankan bahwa pelaksanaan GCG di lingkungan Pemkot Palembang mengacu pada Peraturan Wali Kota Palembang Nomor 33 Tahun 2021. Penerapan tersebut mencakup prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, kewajaran, serta partisipasi.
“Arah pengembangan BUMD harus sejalan dengan visi Palembang Berdaya Palembang Sejahtera. Orientasinya tidak hanya berfokus pada pencapaian keuntungan, tetapi juga harus mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Aprizal Hasyim.
Ia menambahkan, BUMD diproyeksikan berkontribusi aktif mendukung program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, meliputi Palembang Sehat, Palembang Cerdas, Palembang Peduli, Palembang Gercep, dan Palembang Belagak.
Untuk mencapai target tersebut, setiap BUMD diminta menjalankan kegiatan usaha berpatokan pada Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Bisnis yang terukur. Forum Rakor ini diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat daya saing BUMD sebagai penggerak utama perekonomian daerah. (ohs)












