Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Banner Ajakan Bijak Menyikapi Informasi dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin
Pemain Arema FC di BRI Super League Musim 2025/2026. (foto : ileague.id)
Pemain Arema FC di BRI Super League Musim 2025/2026. (foto : ileague.id)

Bidik Posisi 8 Besar, Arema FC Targetkan Kemenangan Penuh di Laga Pamungkas

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Sumatera Selatan

BEKISARMEDIA.ID — Arema FC menatap laga pamungkas kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 dengan tingkat keseriusan tertinggi.

Manajemen dan jajaran tim kepelatihan, memastikan tidak akan menurunkan intensitas permainan sedikit pun, saat menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, pada Jumat sore, tanggal 22 Mei 2026, demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

Singo Edan sebenarnya memiliki modal berharga setelah memetik kemenangan besar dengan skor mencolok 5-2 atas PSBS Biak pada pertandingan pekan sebelumnya.

Hasil positif tersebut diakui mendongkrak moral dan kepercayaan diri seluruh punggawa tim. Kendati demikian, di balik pesta lima gol tersebut, pelatih kepala Marcos Santos justru menemukan sejumlah celah krusial di lini pertahanan yang harus segera dibenahi secara total.

Pada laga kontra PSBS Biak, gawang Arema FC harus bobol dua kali melalui skema yang berbeda. Gol pertama lawan tercipta melalui skema serangan balik cepat (counter attack) yang memanfaatkan kelengahan di sektor kiri pertahanan, sementara gol kedua lahir dari titik putih akibat pelanggaran handball pemain belakang di area terlarang.

Kelengahan ini menjadi catatan merah mengingat PSBS Biak sebenarnya tengah mengalami mandul gol dalam lima laga beruntun sebelumnya saat bersua Persija, Persijap, Malut United, Persebaya Surabaya, hingga Dewa United Banten FC.

Marcos Santos menegaskan bahwa kemenangan besar tersebut tidak boleh membuat anak asuhnya jemawa dan terlena. Juru taktik asal Brasil itu mengingatkan bahwa kesalahan elementer di lini belakang, akan berakibat fatal jika terulang saat menghadapi klub dengan daya gedor yang jauh lebih agresif.

“Terlepas dari hasil kemenangan kemarin, kami tidak boleh mengabaikan fakta bahwa ada dua gol yang bersarang ke gawang tim. Evaluasi mendalam harus dilakukan agar kerapuhan organisasi pertahanan seperti di babak pertama laga tersebut tidak terulang kembali,” tegas Marcos Santos, dikutip dari ileague.id.

Berdasarkan analisis performa, Marcos menyoroti garis pertahanan Arema FC yang beberapa kali terlalu longgar. Kondisi tersebut membuat lawan dengan mudah mengeksploitasi ruang kosong, terutama dalam memenangi bola kedua (second ball) serta mengantisipasi transisi negatif dari menyerang ke bertahan.

Kedisiplinan para pemain saat kehilangan bola juga menjadi perhatian utama karena beberapa pemain transisi dinilai terlambat kembali ke posisinya setelah ikut membantu skema serangan.

Saat ini, Arema FC tertahan di posisi ke-9 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 45 poin. Tim kebanggaan Aremania ini, masih memiliki peluang matematis untuk menembus jajaran delapan besar klasemen akhir jika mampu menyapu bersih laga penutup dengan kemenangan.

Motivasi tambahan inilah yang diusung oleh tim untuk memberikan penutupan musim yang manis sekaligus mempersembahkan kemenangan impresif bagi para suporter setia yang hadir di stadion. (try)

baca lanjut :

3a39f8afb679f0a60a78f1a01894f548

Ditulis oleh : Tri Ricki Yakub | Redaktur : Tri Ricki Yakub

About tri ricki

Avatar photo
Jurnalis olahraga dengan sertifikasi Wartawan Muda, yang fokus pada dinamika sepak bola daerah dan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *