Liga Nusantara musim 2026/2027 datang dengan sesuatu yang berbeda. Setelah dua musim sebelumnya fase awal kompetisi dimainkan secara terpusat, musim ini I.League memperkenalkan format baru dengan pertandingan kandang dan tandang sejak fase grup. Perubahan itu membuat perjalanan setiap klub tidak lagi hanya ditentukan oleh apa yang terjadi selama 90 menit di lapangan, tetapi juga oleh perjalanan yang harus mereka tempuh dari satu kota ke kota lainnya.
Perubahan format tersebut terungkap dalam Owner’s Meeting Liga Nusantara 2026/2027 yang berlangsung di Kantor I.League, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Sebanyak 24 klub peserta dibagi ke dalam tiga grup berdasarkan wilayah geografis, dengan masing-masing grup berisi delapan klub. Sriwijaya FC berada di Grup A bersama Persikotas Nusantara, Pekanbaru FC, Persikota Tangerang, Persekat Tegal, Persitara Jakarta Utara, Batavia FC, dan Pesik Kuningan.
Namun, yang berubah bukan hanya peta lawan. Fase grup akan menggunakan sistem double round robin dengan format kandang dan tandang, sehingga setiap klub akan bertemu lawan yang sama sebanyak dua kali. Bagi Sriwijaya FC, itu berarti setiap nama yang sekarang berada dalam daftar Grup A bukan hanya akan muncul sekali dalam perjalanan musim ini, tetapi akan kembali menjadi bagian dari cerita ketika putaran berikutnya berlangsung.
Perubahan tersebut membuat Liga Nusantara terasa sedikit berbeda sejak awal. Ada pertandingan yang harus dimainkan di Palembang dan ada pertandingan yang mengharuskan Sriwijaya FC meninggalkan Palembang, membawa tim menuju kota lain dan kemudian kembali lagi. Jarak, waktu perjalanan, kondisi lapangan, suasana stadion, serta kemampuan menjaga konsistensi dalam pertandingan kandang dan tandang menjadi bagian dari perjalanan yang sebelumnya tidak muncul dalam format fase awal yang terpusat.
Setelah fase grup selesai, perjalanan belum berakhir bagi klub-klub yang berhasil lolos. Delapan klub akan melanjutkan persaingan ke babak delapan besar yang dibagi ke dalam dua grup, masing-masing berisi empat klub dan dimainkan secara terpusat dengan sistem single round robin. Dua juara grup akan memperoleh hak melaju ke final sekaligus mendapatkan promosi ke Championship 2027/2028, dengan tetap memenuhi persyaratan Lisensi Championship.
Ada pula jalur lain bagi dua klub yang menjadi runner-up di babak delapan besar. Mereka akan bertanding dalam play-off promosi, sementara play-off dan Grand Final akan dimainkan dalam satu pertandingan di venue netral yang ditentukan I.League. Dengan demikian, sejak awal kompetisi setiap klub sebenarnya sudah memiliki gambaran mengenai jalan panjang yang mungkin harus ditempuh.
Di balik format pertandingan tersebut, terdapat persoalan lain yang tidak kalah penting, yaitu kesiapan klub. I.League menempatkan sporting merit dan club licensing sebagai dua bagian yang berjalan bersama, sehingga hasil di lapangan bukan satu-satunya hal yang menentukan kesiapan sebuah klub untuk naik ke Championship.
Ada tujuh aspek yang menjadi perhatian dalam proses lisensi, yaitu sporting, infrastructure, personnel, legal, financial, development & sustainability, serta marketing. Prosesnya dibagi menjadi dua tahap, yakni Lisensi Liga Nusantara yang berlaku bagi seluruh peserta dan Lisensi Championship bagi klub yang memperoleh hak promosi.
Bagi Sriwijaya FC, semua ketentuan itu untuk sementara masih berada di depan. Belum ada yang bisa memastikan sejauh mana perjalanan mereka akan berlangsung, karena pertandingan pertama saja belum dimainkan. Tetapi sejak format kompetisi ditetapkan, satu hal menjadi jelas: musim ini tidak hanya meminta klub untuk bertanding, tetapi juga meminta mereka menjalani sebuah perjalanan.
Liga Nusantara 2026/2027 dijadwalkan berlangsung mulai 30 Oktober 2026 hingga 6 Februari 2027. Rentang waktu itu mungkin terlihat seperti deretan tanggal di kalender, tetapi bagi Sriwijaya FC akan ada banyak cerita di antara tanggal-tanggal tersebut: pertandingan kandang, perjalanan tandang, hasil yang mungkin berubah, pemain yang berkembang, persoalan yang muncul, dan keputusan-keputusan yang harus diambil sepanjang musim.
Karena itu, untuk Sriwijaya FC, musim ini bukan lagi sekadar menunggu pertandingan. Perjalanannya sudah dimulai, bahkan sebelum pertandingan pertama dimainkan.
Ditulis oleh O. Hairudin Sikumbang
Kontributor BekisarMedia.id






