HUT Ke-75 IBI Muba, Bidan Fokus Tekan Angka Stunting

Kesiapan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk Bebas Asap Tahun 2026

BEKISARMEDIA.ID — Penguatan sektor pelayanan kesehatan di tingkat pedesaan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba).

Bupati Kabupaten Muba, Toha Tohet, melantik dan mengukuhkan Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Muba Periode 2025–2030, serta Pengurus Ranting IBI Kabupaten Muba Periode 2026–2031, di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Sekayu, pada hari Selasa, tanggal 30 Juni 2026.

Momentum pelantikan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IBI ke-75 tingkat kabupaten, yang diisi dengan rangkaian Seminar Nasional Kebidanan.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Muba, Hj. Patimah Toha, Ketua Daerah IBI Sumatra Selatan, Tuty Rosdiana, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Muba.

Toha Tohet menegaskan bahwa bidan merupakan pilar utama dan garda terdepan dalam sistem kesehatan nasional. Peran mereka tidak hanya terbatas pada proses persalinan, melainkan mencakup pemantauan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.

BACA JUGA:  Atasi Keterbatasan Anggaran, Pemkab Muba Lirik Obligasi Daerah

Kekuatan 1.342 Bidan untuk Percepatan Penurunan Stunting

Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Muba yang baru dilantik, Ani Hidayati Iriani, memaparkan bahwa saat ini terdapat 1.342 bidan aktif di Bumi Serasan Sekate. Seluruh personel tersebut tersebar di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit daerah, puskesmas pembantu (pustu), hingga praktik mandiri yang menjangkau pelosok desa.

“Jumlah 1.342 bidan ini adalah modal sosial dan kekuatan besar bagi Muba. Kami menempatkan anggota sebagai ujung tombak dalam mengedukasi kesehatan reproduksi remaja, layanan keluarga berencana (KB), serta intervensi gizi untuk percepatan penurunan angka stunting,” ujar Ani Hidayati Iriani.

Masalah stunting atau tengkes akibat kurang gizi kronis, saat ini menjadi tantangan besar di daerah. Kehadiran ribuan bidan desa yang melakukan pendampingan langsung kepada ibu hamil diharapkan mampu menekan angka prevalensi kasus gangguan pertumbuhan anak di Muba secara signifikan.

BACA JUGA:  BUMD Muba Energi Maju Berjaya Setor Dividen Rp8 Miliar

Optimalisasi Peran Pengawasan dan Layanan Komunitas

Ketua Daerah IBI Sumsel, Tuty Rosdiana, menambahkan bahwa usia ke-75 harus dijadikan titik balik bagi penguatan kompetensi klinis anggota. Menurutnya, tantangan bidan di era digital semakin kompleks, sehingga literasi medis berbasis ilmiah (evidence based medicine) wajib terus diperbarui melalui seminar berkelanjutan.

Selama rangkaian perayaan hari jadi tahun ini, PC IBI Muba telah merealisasikan berbagai program kerja berbasis komunitas. Aktivitas tersebut mencakup pendirian Posko Mudik Lebaran “Opor Bu Bidan”, bakti sosial pelayanan KB gratis, serta pemerataan cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi di wilayah rawan kesehatan.

Toha Tohet juga mengapresiasi kontribusi nyata tersebut, dan berjanji akan terus meningkatkan kesejahteraan serta fasilitas operasional tenaga kesehatan di lapangan. Kerja sama yang solid antara IBI dan dinas teknis, dinilai sebagai kunci utama mewujudkan indeks pembangunan manusia (IPM) Muba yang lebih berkualitas. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *