BEKISARMEDIA.ID – Nama Hj. Lucianty atau yang akrab disapa Yuk Luci, kini menjadi magnet utama dalam bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Muba periode 2024-2029.
Sebagai sosok yang pernah sepuluh tahun mengabdi di Bumi Serasan Sekate mendampingi almarhum suaminya, Pahri Azhari, Hj. Lucianty membawa misi besar, mengembalikan kejayaan pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat Muba.
Berawal dari Insinyur hingga Jadi “Nahkoda” PKN Sumsel
Siapa sangka, Yuk Luci mengawali langkah profesionalnya sebagai seorang Sarjana Teknik yang bergelut di dunia konsultan. Darah pengusaha yang mengalir kuat di tubuhnya, tidak lantas membuatnya buta terhadap urusan publik.
Keputusannya terjun ke politik dimulai saat ia setia mendampingi almarhum Pahri Azhari. Karier politiknya pun mentereng, mulai dari Bendahara PAN Sumsel, Anggota DPRD Sumsel (2009-2015), hingga kini dipercaya menahkodai Pimpinan Daerah (Pimda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Sumsel.
baca juga : Bangga! Pelajar OKU Timur Ciptakan Inovasi Pengawet Tahu Alami dan Game Anti-Bullying yang Diakui Nasional
Tangan Dingin di Balik Keberhasilan PKN
Di bawah kepemimpinannya, PKN Sumsel menjelma menjadi kekuatan baru. Meski berstatus partai pendatang baru, Yuk Luci berhasil membawa PKN mengamankan 6 kursi di tingkat Provinsi dan Kabupaten pada Pemilu 2024, di mana 4 kursi di antaranya berasal dari DPRD Muba.
“Muba bagi saya sangat spesial. Sepuluh tahun saya tinggal di sana, tata cara dan budayanya sudah melekat. Saya ingin berbuat lebih banyak untuk masyarakat lewat jalur eksekutif,” ungkap alumni SMA Negeri 2 Palembang itu.
Nostalgia Rumah Lansia dan Misi Pendidikan Gratis
Bagi warga lokal, ingatan tentang Yuk Luci seringkali tertuju pada dedikasinya saat menjabat Ketua TP PKK Muba. Salah satu terobosan yang masih diingat adalah langkahnya menghidupkan kembali Rumah Lansia, sebuah program yang menyentuh langsung aspek kemanusiaan.
Kini, dengan jargon membawa kebaikan untuk Muba, ia secara intensif menjalin komunikasi politik dengan berbagai Partai Politik (Parpol) untuk memuluskan langkahnya menuju kursi Muba 1 pada 27 November 2024 mendatang.
Unique Value: Mengapa Muba Membutuhkan Figur “Pengusaha-Politisi”?
Secara konteks, Muba adalah kabupaten dengan APBD yang sangat besar, namun memiliki tantangan geografis yang luas. Pengalaman Yuk Luci sebagai mantan konsultan teknik dan pengusaha, memberikan perspektif “efisiensi” yang jarang dimiliki politisi murni.
Jika kebijakan masa lalu fokus pada pembangunan infrastruktur masif, kehadiran sosok ibu seperti Yuk Luci, diprediksi akan menyeimbangkan pembangunan tersebut dengan penguatan sektor mikro dan jaminan sosial (kesehatan/pendidikan), mengulang memori manis warga Muba saat program sekolah gratis pertama kali meledak di kabupaten ini. (ohs)
BekisarMedia.id Pendidikan, Prestasi, dan Masa Depan Sumsel




Semoga terwujud Bu lucianty..saya mendukung ibu..luci..