PKC PMII Sumsel Minta Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Sumatera

BekisarMedia.id — Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menetapkan banjir di Pulau Sumatera yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), sebagai bencana nasional.

Ketua PKC PMII Sumsel, Syaidina Ali, menilai bahwa penetapan status bencana nasional sangat mendesak, mengingat kondisi lapangan yang semakin memprihatinkan. Menurutnya, sejumlah daerah mengalami kerusakan parah, dan membutuhkan bantuan cepat dari pemerintah pusat, agar penanganan tidak berjalan lambat atau terhambat.

“Bisa kita lihat bahwa saat ini masih banyak lokasi yang terdampak banjir, sulit dijangkau. Warga dan sejumlah titik pengungsian belum terakses, akibat material longsor dan genangan banjir yang tinggi.” ujar Syaidina Ali.

Baca Juga :  Ketua DPD RI : “Pendidikan Jadi Kunci, Indonesia Harus Belajar dari Korea Selatan”

Lebih lanjut, Syaidina Ali mengatakan bahwa banjir besar yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar ini, tidak hanya merusak ribuan rumah, tetapi juga menelan banyak korban jiwa serta menimbulkan penyakit dan kerugian material yang tidak sedikit.

“Negara dan pemerintah pusat harus hadir turun tangan, dan menyalurkan bantuan yang lebih besar untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah tersebut.” tegasnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa hingga hari Kamis, tanggal 27 November 2025, bencana hidrometeorologi melanda 16 kabupaten dan kota. Wilayah itu meliputi Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.

Baca Juga :  Aanya Rina Casmayanti Ungkap Duduk Perkara Interupsi Komeng di Sidang Paripurna DPD

Total 3.817 kepala keluarga atau 119.988 jiwa, terdampak langsung oleh banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar, serta 20.759 jiwa di antaranya telah mengungsi.

Diketahui, Banjir di Aceh hingga saat ini telah menelan 22 korban jiwa, 15 orang di Aceh Tengah, empat orang di Aceh Utara, satu orang di Bener Meriah, dan dua orang di Aceh Tenggara.

Tidak hanya Aceh, Sumut juga terdampak berat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Menurut BPBD Sumut, bencana banjir dan longsor yang menerjang 13 kabupaten dan kota di Sumut beberapa hari terakhir, menyebabkan 47 korban meninggal dunia, hingga hari Kamis, tanggal 27 November 2025 yang lalu.

Baca Juga :  MUI OKI Gelar Milad ke-50 dengan Tasyakuran Bersama Warga Binaan Lapas Kayuagung

Di Sumbar, kondisi tidak kalah memprihatinkan. BPBD Sumbar merilis data bahwa hingga hari Kamis malam, tanggal 27 November 2025, 21 orang meninggal, 3 orang hilang, dan 4 mengalami luka-luka akibat banjir dan tanah longsor. Sebanyak 12.000 jiwa terdampak di 13 kabupaten dan kota, termasuk Padang, Pariaman, Pasaman Barat, dan Bukittinggi. (skb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar