BekisarMedia.id — Setelah hampir dua pekan menikmati jeda kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 karena Idul fitri, Persebaya Surabaya akhirnya kembali ke lapangan latihan. Sesi perdana ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi titik awal upaya bangkit, setelah hasil buruk yang sempat mengguncang tim.
Latihan digelar pada hari Senin sore, tanggal 23 Maret 2026, di Lapangan C Gelora Bung Tomo. Di bawah arahan Bernardo Tavares, para pemain langsung menjalani menu latihan dengan intensitas cukup tinggi.
Suasana latihan terlihat berbeda. Para pemain datang dengan energi baru, memperlihatkan semangat untuk segera melupakan kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda sebelum jeda kompetisi.
Baca juga : Liga Kembali Bergulir Usai Lebaran, Jadwal Pekan ke-26 BRI Super League Mulai 3 April 2026
Kondisi Fisik Tetap Terjaga
Meski sempat libur cukup panjang, kondisi fisik pemain dinilai tetap terjaga. Bernardo Tavares mengungkapkan, sebagian besar pemain mampu mempertahankan berat badan sesuai standar tim.
Hal ini tidak lepas dari program latihan mandiri yang diberikan selama masa jeda. Para pemain diwajibkan menjalankan latihan rutin, dan melaporkan progresnya melalui video setiap hari.
“Sejauh ini, kondisi pemain cukup positif. Mereka tetap disiplin mengikuti program yang kami berikan,” ujar Bernardo Tavares, dilansir dari persebaya.id, hari Senin, tanggal 24 Maret 2026.
Baca juga : Ditahan Imbang Dewa United Banten FC, Emaxwell Souza Persija Bangkit di Sisa Laga
Program Latihan Disesuaikan
Tim pelatih juga menerapkan pendekatan berbeda untuk setiap pemain. Program latihan disesuaikan dengan kondisi masing-masing, terutama bagi mereka yang sedang dalam tahap pemulihan cedera.
Masa jeda kompetisi dimanfaatkan untuk mempercepat proses pemulihan tersebut. Beberapa pemain Persebaya Surabaya mendapatkan porsi latihan khusus, agar bisa kembali dalam kondisi optimal saat kompetisi berlanjut.
Namun, Bernardo Tavares menegaskan bahwa latihan mandiri tidak sepenuhnya bisa menggantikan intensitas pertandingan.
Baca juga : PSIM Yogyakarta Libur Lebaran 6 Hari, Pelatih Wanti-Wanti Soal Berat Badan Pemain
Mental Jadi Sorotan
Selain fisik, aspek mental menjadi perhatian utama. Kekalahan besar sebelum jeda, menjadi pukulan yang harus segera diatasi.
Menurut Bernardo Tavares, membangun kembali kepercayaan diri pemain tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses yang konsisten melalui latihan.
“Cara terbaik adalah bekerja keras di setiap sesi. Dari situ pemain bisa berkembang dan kembali percaya diri,” jelasnya. (try)
BekisarMedia.id Pendidikan, Prestasi, dan Masa Depan Sumsel




