DPRD Sumsel Gelar RDP Dengan PMI, Dinkes, dan RSMH Terkait Pelayanan Donor Darah

Kesiapan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk Bebas Asap Tahun 2026

BEKISARMEDIA.ID — Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas optimalisasi pelayanan donor darah di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Langkah ini diambil untuk mengurai kendala di lapangan, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan darah bagi pasien kritis dapat terpenuhi secara cepat dan aman.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Komisi V DPRD Sumsel ini, dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V, David H. Aljufri, didampingi oleh sejumlah anggota komisi, pada hari Jum’at, tanggal 26 Juni 2026.

Agenda ini mempertemukan para pemangku kebijakan strategis, mulai dari pengurus PMI Kota Palembang, PMI Provinsi Sumsel, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, hingga manajemen RSUP RSMH Palembang.

Mengurai Tantangan Distribusi Rumah Sakit Rujukan

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan berfokus pada mekanisme distribusi, sinkronisasi data ketersediaan stok darah, serta pemangkasan birokrasi penjaminan darah bagi pasien.

Masalah ini menjadi sangat krusial, mengingat RSUP RSMH Palembang merupakan pusat rujukan terbesar di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) yang kerap menangani kasus-kasus medis tingkat lanjut yang membutuhkan transfusi darah dalam volume besar.

Sebagai rumah sakit rujukan utama, fluktuasi stok darah di RSMH tidak hanya berdampak pada warga Kota Palembang saja, melainkan juga pasien kiriman dari berbagai kabupaten dan kota di Sumsel, seperti kawasan Musi Banyuasin, Musi Rawas, hingga Muratara.

Oleh karena itu, Komisi V DPRD Sumsel mendorong agar sistem manajemen darah terintegrasi dapat segera berjalan secara real-time antar instansi terkait.

Urgensi Rantai Dingin dan Sinergi Lintas Sektor

Selain kuantitas stok, aspek kualitas pengolahan darah juga menjadi perhatian. Komisi V menekankan pentingnya standarisasi alat penyimpanan dan proses distribusi darah agar tetap steril hingga ke tangan pasien.

Dalam dunia medis, penanganan ini dikenal dengan sistem rantai dingin (cold chain), di mana kantong darah harus selalu terjaga pada suhu ideal, agar komponen di dalamnya tidak rusak.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, David H. Aljufri, menegaskan bahwa pelayanan donor darah adalah komponen vital dalam layanan kesehatan yang langsung bertaruh dengan nyawa manusia. Kerja sama lintas sektoral tidak boleh lagi berjalan secara kaku.

“RDP ini kami laksanakan untuk memastikan pelayanan donor darah di RSUP RSMH berjalan dengan baik. Kami ingin mendengar langsung penjelasan dari seluruh pihak terkait sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang ada agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ujar David Aljufri.

Melalui kemitraan yang lebih erat antara PMI sebagai penyedia serta dinkes dan rumah sakit sebagai fasilitator, DPRD Sumsel berharap kendala klasik seperti kekosongan stok golongan darah tertentu atau keterlambatan distribusi saat situasi darurat dapat diminimalisasi secara signifikan demi keselamatan masyarakat di Bumi Sriwijaya. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *