Dorong PWM NTT Jadi Center of Excellence di Indonesia Timur, Irman Gusman Tekankan Teologi Al-Ma’un

BEKISARMEDIA.ID — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) asal Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Irman Gusman, mendorong Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan transformasi, agar menjadi Center of Excellence (pusat keunggulan) di kawasan Indonesia Timur.

Transformasi tersebut perlu diarahkan pada penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta gerakan sosial yang menjawab kebutuhan nyata daerah. Dorongan tersebut disampaikan mantan Ketua DPD RI dua periode itu dalam pertemuan silaturahmi bersama jajaran pengurus PWM NTT, Minggu malam, 25 Oktober 2026.

Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi dan UMKM PP Muhammadiyah itu menegaskan bahwa persyarikatan memiliki modal organisasi, jaringan, dan amal usaha yang kuat untuk melahirkan inovasi, mendongkrak kualitas sumber daya manusia, serta memperluas kemandirian ekonomi umat.

“Muhammadiyah NTT harus berani bertransformasi. Kita ingin Muhammadiyah tidak hanya berkembang secara kelembagaan, tetapi juga menjadi Center of Excellence di kawasan Indonesia Timur, yang melahirkan gagasan, inovasi, dan program nyata untuk memajukan masyarakat,” tegas Irman Gusman.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan PWM NTT, di antaranya Ketua PWM NTT (Mukhsin Masri, S.Ag., M.H.); Sekretaris Umum (Munawar, S.E., M.SA.); Bendahara (Ahmad Syarif, S.E., M.H., M.Hum.); serta jajaran anggota pleno PWM NTT, yakni Dr. Ahmad Atang, M.Si.; Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.M.; Dr. Syarifuddin Derajat, M.Hum.; dan Drs. Arifin Djenawa, M.Pd.

Lebih lanjut, Anggota DPD RI kelahiran Padang Panjang itu menyampaikan bahwa tantangan pembangunan di NTT memerlukan gerakan terpadu yang menghubungkan sektor pendidikan, penguatan usaha masyarakat, dan pemberdayaan sosial. Melalui pengembangan UMKM dan perluasan akses pendidikan, Muhammadiyah diharapkan mampu membuka peluang peningkatan taraf hidup bagi masyarakat luas.

Irman juga mengingatkan bahwa seluruh langkah transformasi tersebut harus berakar pada semangat teologi Al-Ma’un, yang menempatkan kepedulian terhadap kelompok rentan sebagai wujud nyata keberagamaan.

“Al-Ma’un mengingatkan kita bahwa keberagagaman tidak boleh berhenti pada simbol dan ritual. Keimanan harus melahirkan kepedulian sosial dan tindakan nyata. Pendidikan harus membuka jalan bagi masyarakat untuk keluar dari kemiskinan, sedangkan kegiatan ekonomi harus memberikan kesempatan kepada mereka yang selama ini tertinggal,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan Muhammadiyah tidak semata-mata diukur dari besarnya organisasi atau banyaknya amal usaha, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Tokoh nasional tersebut berharap PWM NTT dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun elemen masyarakat, agar potensi daerah dapat dikembangkan secara terarah demi kemajuan bersama di Indonesia Timur. (ras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *